5 Alasan Muhammadiyah Disebut Islam Berkemajuan

alasan muhammadiyah berkemajuan

Modernis.co, Jogjakarta – Sebagai sebuah organisasi Islam besar di Indonesia, mengapa Muhammadiyah memiliki identitas kuat sebagai gerakan Islam Berkemajuan?

Julukan ini bukan sekadar slogan, melainkan cerminan dari cara berpikir anggotanya dan budaya praktik langsung satset yang telah diusung sejak awal berdirinya. Tentunya gerakan yang dilakukan Persyarikatan Muhammadiyah telah dilakukan pengkajian matang sebelumnya. 

Melihat tingkah laku dan budaya belajar orang Muhammadiyah itu sangat menyejukkan, mereka tidak berisik namun memberikan kebermanfaatan yang nyata untuk semua golongan tanpa terkecuali.

Persyarikatan Muhammadiyah tidak memerlukan patok-patok bendera atau spanduk sebagai tanda “di sini ada Muhammadiyah”, namun kiprah mereka telah tersebar ke penjuru negeri bahkan dunia. Ada banyak sekali Cabang Muhammadiyah di luar negeri.

Lalu, mengapa Muhammadiyah disebut organisasi Islam berkemajuan? Berikut adalah 5 hal yang menjadi buktinya:

1. Gerakan Tajdid: Pemurnian dan Pembaharuan

Muhammadiyah didirikan pada tahun 1912 oleh K.H. Ahmad Dahlan sebagai respons terhadap kondisi umat Islam di Indonesia yang dianggap stagnan dan terbelakang, bahkan menyimpang dari ajaran agama Islam. Muhammadiyah hadir dengan spirit “tajdid,” sebuah konsep yang memiliki dua dimensi utama, yakni:

Tajdid dalam Makna Pemurnian (Tajrid)

Muhammadiyah berupaya membersihkan ajaran Islam dari praktik-praktik yang tidak sesuai dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah, seperti takhayul, bid’ah, dan khurafat. Gerakan ini mengembalikan umat pada sumber ajaran yang murni dan otentik.

Tajdid dalam Makna Pembaharuan (Inovasi)

Di saat yang sama, Muhammadiyah juga melakukan pembaharuan dalam cara berpikir dan beramal. Ini bukan berarti mengubah ajaran, tetapi menyesuaikannya dengan kebutuhan zaman. 

Contoh nyatanya adalah pendirian sekolah modern, rumah sakit, dan panti asuhan, yang saat itu merupakan hal baru dan progresif bagi sebuah organisasi keagamaan. Beberapa barang seperti TVMu, ACMu, Mobil Listrik, dan masih banyak lagi. Bahkan baru-baru ini Persyarikatan Muhammadiyah telah memiliki Bank Syariahnya sendiri, benar-benar mandiri.

2. Berbasis Amal Usaha dan Aksi Nyata

Berbeda dengan organisasi yang hanya berfokus pada ceramah atau ritual, Muhammadiyah dikenal sebagai gerakan “dakwah bil hal,” yaitu dakwah yang diwujudkan melalui aksi nyata. 

Konsep ini terinspirasi dari surat Al-Ma’un,  yang pada ayat-ayatnya mengandung ajaran untuk peka terhadap sesama yang butuh pertolongan, termasukk pada anak yatim dan fakir miskin.

Dengan mendirikan ribuan lembaga pendidikan (sekolah, pesantren, universitas), kesehatan (rumah sakit, klinik), dan sosial (panti asuhan, panti jompo), kelompok UMKM, Lembaga Zakat dan Sedekah, Minimarket, dan Bank di seluruh Indonesia.

Muhammadiyah membuktikan bahwa Islam bukanlah agama yang hanya berada di masjid, melainkan sebuah kekuatan yang dapat membawa kemajuan sosial dan memberikan solusi konkret bagi permasalahan umat dan bangsa. 

Amal usaha yang dimiliki Muhammadiyah terus berkembang dan berinovasi, menjadi wujud nyata dari ideologi Islam berkemajuan yang selalu menyesuaikan kebutuhan zaman.

3. Pandangan Islam yang Terbuka dan Futuristik

Asyiknya, Muhammadiyah menganut pandangan sangat optimis, terbuka, dan berorientasi pada masa depan. Pandangan ini menolak cara berpikir yang jumud (statis) atau pesimis. 

Muhammadiyah meyakini bahwa Islam adalah agama yang relevan di setiap zaman dan dapat menjadi pencerahan bagi seluruh umat manusia.

Organisasi ini juga mendorong sikap inklusif dan toleran. Warga Muhammadiyah tidak menganut pada satu mahzab tertentu, mereka juga terbuka pada kemajuan pengetahuan dan teknologi. 

Tapi perlu dicatat nih, bahwa Muhammadiyah mengakui mahzab-mahzab yang ada, sehingga anggota Muhammadiyah diberikan pilihan. Asalkan dalam praktiknya sesuai Al-Qur’an dan Sunnah.

Pandangan ini memungkinkan Muhammadiyah untuk terus beradaptasi dengan perubahan zaman dan tetap relevan dalam menyebarkan nilai-nilai Islam yang ramah, moderat, dan mencerahkan.

4. Memberdayakan Umat Tanpa Memandang Suku, Ras, atau Agama

Muhammadiyah dikenal dengan semangat inklusivitas dan pluralisme yang kuat dalam praksis sosialnya. Meskipun bergerak dalam koridor ajaran Islam, Muhammadiyah tidak membatasi bantuan dan pelayanan sosialnya hanya untuk umat Muslim. 

Amal usaha yang didirikannya, seperti rumah sakit dan sekolah, terbuka untuk siapa saja tanpa memandang latar belakang suku, ras, atau agama.

Prinsip ini mencerminkan ajaran Islam yang rahmatan lil alamin (rahmat bagi seluruh alam) dan menempatkan Muhammadiyah sebagai agen pemberdayaan yang universal. 

Dengan mengedepankan kemaslahatan bersama, Muhammadiyah membuktikan bahwa Islam berkemajuan adalah Islam yang peduli pada kemanusiaan secara luas, bukan hanya untuk golongannya sendiri.

5. Fokus pada Kebermanfaatan dan Solusi Nyata

Di tengah berbagai polemik keagamaan, Muhammadiyah memilih untuk fokus pada hal-hal yang bermanfaat dan memberikan solusi konkret bagi masalah masyarakat. Gerakan ini menghindari perdebatan teologis yang berlarut-larut atau hal-hal yang bersifat seremonial semata.

Muhammadiyah percaya bahwa dakwah terbaik adalah dengan memberikan manfaat nyata yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. 

Ini terlihat dari program-programnya yang berorientasi pada pemberdayaan ekonomi umat, peningkatan kualitas pendidikan, dan pelayanan kesehatan. 

Dengan mengutamakan kebermanfaatan, Muhammadiyah menunjukkan bahwa Islam berkemajuan adalah Islam yang pragmatis, adaptif, dan responsif terhadap tantangan zaman.

Secara keseluruhan, julukan Islam Berkemajuan bukan sekadar klaim, melainkan hasil dari kombinasi pemurnian ajaran (tajrid), pembaharuan sosial (tajdid), dan pandangan yang terbuka. 

Tidak hanya sampai di situ, Muhammadiyah Berkemajuan juga dapat dibuktikan dengan fokusnya untuk memberdayakan dan menebar kebermanfaat tanpa membeda-bedakan latar belakang seseorang. 

Inilah yang menjadikan Muhammadiyah sebagai salah satu motor penggerak kemajuan peradaban di Indonesia, yang tidak hanya berfokus pada aspek spiritual, tetapi juga pembangunan manusia seutuhnya. (IF)

editor
editor

salam hangat

Related posts

Leave a Comment